Dalam ajaran Hindu Dharma, alam semesta bukan hanya tempat manusia hidup, melainkan juga bagian dari kesadaran spiritual yang harus dijaga keseimbangannya. Hal inilah yang disampaikan oleh I Ketut Mundra, S.Ag, Penyuluh Agama Hindu Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan, dalam program “Mimbar Agama Hindu” PRO1 RRI Makassar, Rabu (15/10/2025).
Ia menegaskan bahwa konsep Sad Kerti merupakan pedoman penting bagi umat Hindu dalam menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan Tuhan.“Sad Kerti mengajarkan enam bentuk penyucian atau pelestarian, yaitu Atma Kerti, Samudra Kerti, Danu Kerti, Wana Kerti, Jana Kerti, dan Jagat Kerti. Masing-masing memiliki makna mendalam untuk menjaga keharmonisan hidup,” jelas I Ketut Mundra. Ia menambahkan, melalui Sad Kerti, umat Hindu diajak untuk memahami bahwa menjaga alam sama artinya dengan menjaga diri sendiri, sebab manusia dan alam memiliki keterikatan yang tidak terpisahkan.
Lebih lanjut, ia menguraikan pula bahwa Atma Kerti adalah upaya penyucian diri secara rohani, sedangkan Samudra Kerti dan Danu Kerti berkaitan dengan pelestarian laut dan sumber air yang menjadi penopang kehidupan. “Ketika laut dan air dijaga, maka keseimbangan alam juga akan terjaga. Tidak boleh ada eksploitasi berlebihan yang mengabaikan nilai kesucian alam,” ungkapnya.
Selain itu, Wana Kerti mengajarkan tentang menjaga kelestarian hutan sebagai paru-paru bumi, sementara Jana Kerti menekankan pentingnya menjaga hubungan antarsesama manusia. Adapun Jagat Kerti, menurutnya, adalah bentuk penyucian terhadap lingkungan semesta agar tetap harmonis. “Sad Kerti menjadi wujud nyata Tri Hita Karana, yaitu hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta,” tutur I Ketut Mundra.
Sementara itu, I Ketut Artana Muliadi, S.Ag, selaku pemandu acara yang juga Penyuluh Ahli Pratama Agama Hindu, menekankan bahwa nilai-nilai Sad Kerti perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah meningkatnya kerusakan lingkungan. “Melalui pemahaman dan praktik Sad Kerti, kita bisa menumbuhkan kesadaran ekologis berbasis spiritual. Ini penting sekali untuk generasi sekarang dan mendatang agar paham hal ini,” ujarnya.
“Melalui ajaran Sad Kerti, manusia diingatkan bahwa menjaga keseimbangan alam bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga bagian dari dharmajalan kebenaran yang mengantarkan pada kehidupan yang harmonis dan berkelanjutan,”pungkas I Ketut Mundra.
Sumber : https://rri.co.id/lain-lain/1904941/hindu-dharma-menjaga-kelestarian-alam-melalui-sad-kerti


